Aha! Presiden Jokowi Ingin Pidatonya di KAA Lebih “Berisi”

Posted on

Presiden Joko Widodo ingin pidato yang akan disampaikannya pada Konferensi Asia-Afrika 2015 tidak sekadar sambutan normatif. Jokowi menitikberatkan bahwa pidatonya nanti harus menyinggung isu-isu ketidakadilan global yang tak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Saya titip nanti yang saya sampaikan dalam pidato nanti bukan suatu normatif, biasa, tapi betul-betul sebuah pesan kuat,” ujar Presiden Jokowi, saat membuka rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan staf kepresidenan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Presiden mengatakan, pidatonya nanti perlu menyinggung masalah tatanan baru, keseimbangan global, dan keadilan global.

“Yang kita lihat sekarang ini United Nation tidak memesankan itu,” kata dia.

Contohnya salah satu ketidakberhasilan PBB, menurut Jokowi, adalah dalam mengatasi konflik di Irak.

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir belum mau membuka rancangan pidato yang akan disampaikan Presiden Jokowi dalam forum KAA 2015. Menurut dia, isu yang disinggung Jokowi dalam rapat terbatas kali ini akan menjadi substansi pidato.

“Tapi saya enggak bisa detil substansinya sekarang,” kata Fachir.

Peringatan 60 tahun KAA akan berlangsung dari 19-24 April 2015. Pada 19 April akan dilangsungkan pertemuan pejabat tinggi (SOM) di Jakarta dan Pertemuan Tingkat Menteri pada 20 April. Sedangkan Konferensi Tingkat Tinggi KAA akan berlangsung di Jakarta pada 22-23 April. Rangkaian peringatan 60 tahun KAA akan berakhir pada 24 April di Bandung di mana para kepala negara akan melakukan historical walk dari Hotel Savoy Homman ke Gedung Merdeka.

KTT KAA tahun ini diharapkan menghasilkan tiga dokumen yaitu Bandung Message, Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Asia dan Afrika (NAASP) dan deklarasi mendukung kemerdekaan Palestina, demikian Kompas mengabarkan (17/4). [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar