Belum Selesai Ribut Dengan Yang Lain, Kini Ahok Ribut Dengan Mendagri

Posted on

Pernyataan Prof. Syafii Maarif yang sebut Ahok bicara kotor dan kasar di KompasTV karena saking beraninya beberapa waktu yang lalu memang menarik untuk di kritisi. Karena tidak selamanya orang berani selalu bicara kotor dan kasar. Seperti ketika Walikota Surabaya, Tri Rismarii yang berani tutup lokalisasi Dolly, apakah Risma pada saat itu keluarkan perkataan kasar dan kotor? Jawabannya tidak.

Jadi kata kotor dan kasar bukanlah sebuah pembenaran untuk labelisasi kepada orang berani. Lebih tepatnya orang yang suka berkata kasar dan kotor karena gambaran isi otaknya yang kotor. “Teko mengeluarkan isinya” begitulah ucapam Aa Gym.

Untuk kasus Ahok, ternyata benarlah sebuah tulisan yang berjudul : “Ahok Memang Suka Cari Musuh” yang di tulis beberapa waktu lalu. Bila dilihat sejarah hidup Ahok yang di kenal sebagai “kutu loncat” tepat bahwa Ahok selalu mencari musuh. Pernah di Golkar, pernah di Gerindra, dan juga sebelumnya, Ahok pernah bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) yang didirikan mendiang Sjahrir.

Selain tak langgengnya hubungan Ahok dengan ketiga partai di atas, Ahok sampai saat ini terkenal hobi marah-marah yang melahirkan musuh baru bagi dirinya.

Ingat, Ahok pernah perang mulut dengan anggota DPRD DKI Jakarta yang sampai kini belum selesai. Belum selesai konflik dengan DPRD, Ahok pun dikabarkan sempat saling sinidr dengan Walikota Surabaya Risma.

Ternyata bukan wanita Risma saja yang berhasil membuat Ahok terpancing marahnya, Fahira Idris pun sempat buat Ahok murka juga. Hal ini terkait dengan masalah minuman alkhohol (minol). Dimana Ahok bersikeras nyatakan minuman keras adalah halal dan tidak berbahaya. Pernyataan itulah yang membuat Fahira berang dan semprot Ahok melalui media twitter. efeknya, tagar #AhokAsbun jadi trending topic.

Tak sampai disitu saja, sebelumnya juga Ahok sempat melecehkan warga Betawi dengan melalui penamaan sapi betawi dengan “USB”. Warga Betawi jadi emosi karenanya, dan melalukan aksi massa. Anehnya, Ahok tak urung minta maaf.

Lain lagi ketika Jaya Suprana yang coba menasehati Ahok melalui surat terbuka di koran nasional. Sangat disayangkan, bukan malah berterima kasih, Ahok malah sebut Jaya Suprana mempunyai otak warga kelas dua.

Kalau konflik dengan haji Lulung memang -sepertinya- terus di lestarikan oleh Ahok. Tak tahu sampai kapan akan usai.

Singkatnya, masih banyak lagi musuh-musuh Ahok, dan dari musuh-musuhnya itu, hampir semuanya belum ada kata “damai”.

loading...

Kabar terbaru yang lagi “hot” saat ini, Ahok malah ribut dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Hal ini dipicu dengan Mendagri yang tidak mengesahkan APBD versi Ahok dan Mendagri banyak berikan kritik karena jauh dari azas kepatutan. Bahkan APBD versi Ahok juga di nilai tidak pro kepentingan rakyat, selain inkonstitusional.

Kemudian Mendagri mengambil sikap terkait APBD Jakarta yang belum juga tuntas, Kemendagri menetapkan APBD 2015 sebesar Rp 69,286 triliun dan menolak usulan angka sesuai pagu APBD perubahan sebesar Rp 72,9 triliun karena DKI sudah melewati tiga bulan.

Apa respon Ahok atas penetapan APBD versi Mendagri. Ya, Ahok dengan gayanya sebut Mendagri bodoh, “Kok pas DKI tidak boleh. Ini kan sudah preseden hukum lho. Kalau anda menafsirkan ini masih tidak mengerti hukum. Pakai preseden hukum. Makanya saya protes. Kalau sampai ditafsirkan begitu kok bodoh sekali DDN (Departemen Dalam Negeri kini Kementerian Dalam Negeri) ada uang Rp 9 triliun dibiarkan nganggur” ujar Ahok, dilansir JPPN.

Selain Mendagri di label bodoh, Ahok juga sebut APBD buatan Mendagri tak masuk akal.

“Kalau Mendagri memang lebih mendengar Dirjen Keuangan Daerahnya ya saya harus ikut. Tapi bagi saya tidak masuk akal dan logika. Ketika sebuah APBD telat maka jumlah uangnya harus dikurangi dibagi 12 bulan tinggal 9 bulan itu nggak tahu teori darimana,” ujar Ahok, dilasnir detikcom.

Itulah beberapa aksi protes Ahok kepada Mendagri yang memberikan sinyal Ahok merasa dirinya benar dan terkesan mencari musuh baru. Padahal diketahui sebelumnya, APBD Jakarta telat karena ulah Ahok yang buat RAPBD tak sama dengan Paripurna DPRD DKI Jakarta. Sudah begitu APBD versi Ahok di nilai tidak becus, ada banyak kesalahan, sehingga di kebalikan oleh Mendagri.

Kini Ahok menjadi seolah-olah merasa paling benar dengan menyalahkan, membodohi pihak Mendagri.

Mendengar Ahok salahkan anggotanya dalam bekerja, Mendagri Tjahjo Kumolo membantah. Kata dia, tim Kemendagri yang dipimpin Donny sudah bekerja profesional. “Jadi tidak ada (salah) penafsiran sebagaimana dimaksud Gubernur DKI (Ahok) tersebut,” ujar Tjahjo, kepada Aktual.co, lewat pesan pendek, Senin (13/4).

Nah, terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, apakah Ahok atau Mendagri. Sejarah telah membuktikan bahwa Ahok selalu cari ribut saja. Belum selesai ribut dengan yang lain Ahok sudah ribut dengan yang lain. Jika Ahok suka dengan keributan, mengapa “Koh Ahok” tidak jadi preman saja.

[JK Sinaga]  
 
 

Silahkan Berkomentar
Loading...
(Visited 137 times, 1 visits today)
Loading...