Berhasil Amankan Nyawa Warga Asing, Jokowi Lalai Selamatkan Nyawa TKI Zaenab di Arab Saudi

Posted on

Publik bingung lihat pemerintahan Jokowi yang sampai kini belum juga melakukan eksekusi mati terhadap nara pidana Duo “Bali Nine”, yakni Myuran Sukumaran dan Andrew Chan serta 8 orang napi narkoba lainnya, ada 1 warga Indonesia. Padahal sebelumnya Jokowi sudah dengan tegas terkait hukuman mati terhadap gembong narkoba, tak ada tawar menawar.

Selain itu, Jaksa Agung  HM Prasetyo pernah menyatakan bahwa persiapan hukuman mati terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan serta 8 napi lainnya sudah mencapai 95%.

“Kita laksanakan tunggu persiapan sudah benar-benar selesai, ada beberapa hal yang harus disempurnakan. 95 persen sudah tinggal 5 persen lagi evakuasi,” kata Prasetyo di Sasana Baharuddin Lopa, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/3).

Jaksa Agung mengatakan tidak akan membiarkan para terpidana menunggu terlalu lama dilansir Merdeka (3/3).

Diketahui, eksekusi mati tahap kedua ada 10 orang yang akan mendapatkan hukuman. Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia), Serge Areski Atlaoui (WN Perancis), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Zainal Abidin (WN Indonesia), Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol), Rodrigo Gularte (WN Brazil), Andrew Chan (WN Australia), Silvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria), Okwudili Oyatanze (WN Nigeria).

Tapi sudah hampir 2 bulan, eksekusi mati terhadap para gembong narkoba itu pun belum dilakukan juga.

Dugaan pun menguat, ada ancaman dari Australia kepada Jokowi yang jika lakukan hukuman mati, maka kecurangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014 akan di bongkar Australia. Antara benar dan tidaknya ancaman Australia ini, namun rupa-rupanya Jokowi seperti membenarkannya melalui tertundanya eksekusi mati terhadap warga Australia tersebut.

Loading...

Walau banyak mendapat dukungan dari dalam negeri kepada Jokowi untuk melakukan hukuman mati, tapi Jokowi seperti acuh. Nyawa warga asing terselamatkan oleh Jokowi.

Kini, tanpa disangka-sangka, 1 nyawa TKI di hukum mati di Arab Saudi tanpa sepengetahuan pemerintahan Jokowi. Ya, wanita bernama Siti Zaenab binti Duhri Rupa yang berasal dari Bangkalan, Madura dihukum mati di Madinah pada 14 April 2015 pukul 10.00 waktu setempat, di Arab Saudi.

Yang membuat aneh adalah, pemerintahan Jokowi malah menyalahkan negara Arab Saudi yang di nilai secara diam-diam melakukan hukuman mati atau qishas kepada Siti Zaenab. Kebiasaan menyalahkan masih kental dan menjadi budaya pemerintahan Jokowi.

Dan, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan protes kepada Pemerintah Arab Saudi karena tidak menyampaikan pemberitahuan kepada Perwakilan RI maupun keluarga mengenai waktu pelaksanaan hukuman mati tersebut, dilasnir ROL (15/4).

Lucu, nyawa warganya sudah hilang, baru pemerintahan Indonesia protes. Sedang Australia, nyawa warganya belum hilang tapi sudah protes.

Akhirnya, Entah memang Arab saudi yang tidak menghargai pemerintahan Indonesia atau pemerintahan Jokowi yang tidak tanggap menjaga nyawa warga Indonesia, entahlah. Tapi, yang pasti terjadi adalah, Jokowi berhasil amankan nyawa warga Asing di Indonesia tapi lalai menjaga nyawa warga Indonesia di negara luar negeri. Sedih dan memilukan. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 46 times, 2 visits today)
Loading...