Bisakan Presiden Jokowi Tegas Soal Rangkap Jabatan Puan Maharani?

Posted on

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilih putrinya, Puan Maharani, sebagai Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan.

Artinya, Puan merangkap jabatan, sebab saat ini Puan menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Megawati pun memiliki alasan khusus mengapa memilih Puan. Dia mengaku sudah berbicara dengan Presiden Jokowi terkait rangkap jabatan ini.

“Waktu bertemu Presiden Jokowi, saya sebagai ketum partai mengatakan mohon masukan, saya bilang orang partai tak bisa diberhentikan Pak!. Karena dia masuk partai atas kemauan sendiri dan dedikasinya. Salah kalau orang partai berhenti hanya karena jabatan di pemerintahan,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Jokowi menolak menteri yang tergabung di kabinetnya rangkap jabatan di partai. Salah satu yang sempat ramai diberitakan yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, namun akhirnya Muhaimin memilih tetap menjadi Ketua Umum, demikian Okezone mengabarkan.

Lalu, terkait dengan rangkap jabatan Puan, bisakah Jokowi ambil sikap tegas?

Masih dari sumber Okezone, Padahal, Presiden RI Joko Widodo menolak menteri yang tergabung di kabinetnya rangkap jabatan di partai. Atas posisi Puan saat ini, Jokowi pun didesak untuk konsisten.

“Jokowi harus konsisten menegakkan syarat dan itu harus berlaku pada Puan juga,” ujar pengamat politik Ray Rangkuti saat dihubungi Okezone, Jumat (`0/4/2014).

Menurutnya, Jokowi tinggal meminta Puan untuk milih, apakah tetap ingin bergabung pada Kabinet Kerja atau di partai. Kalau Jokowi memberikan keiistimewaan pada puan terkait rangkap jabatan itu, ia akan kehilangan muka.

“Tindakan Jokowi akan membiarkan citranya sendiri runtuh di tengah masyarakat,” pungkasnya. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar