Ditanya Soal Rangkap Jabatan Puan, Jokowi Malah Balik Bertanya

Posted on

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tetap menunjuk Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, menjadi Ketua DPP PDIP meski tahu Presiden Jokowi melarang rangkap jabatan. Apa kata Presiden Jokowi soal posisi ganda Puan?

“Posisi Puan di PDIP gimana, Pak?” tanya wartawan kepada Jokowi sebelum terbang ke Jakarta di Bandara Internasional Lombok, Sabtu (11/4/2015).

“Terus kenapa, terus kenapa, terus kenapa,” jawab Jokowi.

“Tanggapannya, Pak, kan Mba Puan rangkap jabatan,” tanya wartawan lagi.

“Kan sudah nonaktif. Kamu itu gimana sih, ditanyakan terus. Kamu itu udah tahu tapi nanya,” jawab Jokowi seperti dilansir detikcom.

Alasan Jokowi tidak mempermasalahkan rangkap jabatan tersebut karena posisi putri Megawati itu sebagai Ketua DPP PDIP bersifat nonaktif. Ia meminta media supaya masalah ini tidak berulang kali ditanyakan, karena sebetulnya informasi tersebut sudah ditegaskan oleh Mega.

Dalam kesempatan sebelumnya Presiden Jokowi telah melarang menterinya untuk merangkap jabatan di partai politik bila ingin berada dalam kabinet kerja yang ia pimpin. Presiden ingin supaya menterinya bisa fokus membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Saat awal menyusun Kabinet, Jokowi menegaskan bahwa sosok menteri yang dipilih untuk mengisi kabinetnya tidak boleh merangkap jabatan. Hal itu dimaksudkan agar dapat benar-benar fokus mengurus urusan rakyat.

“Tidak boleh rangkap-rangkap jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu benar,” kata Jokowi seperti diberitakan Liputan6, Selasa (21/10/2014) yang di kutip Piyungan.

Terkait dengan rangkat jabatan Puan, seorang pengamat politik meminta Jokowi untuk tegas. Seharusnya Puan di suruh milih, mau fokus di kabinet atau di partai politik. (Baca, Bisakah Jokowi Tegas soal Rangkap Jabatan Puan?) [sal]

 
 

Silahkan Berkomentar