Dulu Aneis Kritik Prabowo Ucap Bocor, Kini Anies Dikritik Soal Bocor Soal UN

Posted on

Ya, dulu, saat Prabowo Subianto ketika acara Debat Pilpres 2014 sebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) punya potensi bocor setiap tahun dengan angka yang besar. Tentunya, bicara APBN, maka akan bicara terkait anggaran yang memang masuk APBN maupun yang tidak dimasukkan. Anggaran yang dimasukkan, dalam penggunaannya bisa saja alami kebocoran akibat salah pengelolaan dari aparatur. Sedang sumber anggaran yang tidak masuk ke APBN, semua sepakat itulah yang benar-benar sudah bocor duluan.

Nah, ketika itu Anies Baswedan yang sebagai Tim Sukses pasangan Jokowi-Jusuf Kalla berikan kritik kepada Prabowo terkait isu bocornya APBN.

“Bayangkan, belanja gaji pegawai negeri Indonesia mulai dari PNS, ABRI, POLRI dan pejabat negara tahun 2014 tercakup di angka Rp 275,8 trilliun per tahun. Kalau ada pernyataan kebocoran Rp. 1.000 triliun artinya hampir empat kali gaji tahunan mereka. Orang yang paham anggaran pasti heran mendengar angka ini,” jelas Anies yang diterima merdeka.com beberapa waktu lalu.

Terlepas benar atau tidak kritik yang di berikan Anies kepada Prabowo, kini masalah bocor ternyata dialami oleh Anies Baswedan sendiri. Bocornya soal Ujian Nasional (UN) 2015 terjadi lagi ketika Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan di era Presiden Jokowi. Padahal masalah bocor soal UN adalah penyakit hampir setiap tahun, kenapa bisa terjadi lagi? Disini kita bingungnya. Sekelas Anies Baswedan tak bisa mengantisipasi masalah kebocoran soal UN.

Loading...

Yang perlu diingat, masalah ini bukan cuma masalah kebocoran soal, tapi juga kebocoran uang negara juga yang bersumber dari APBN. Hal ini seperti pernyataan Jusuf Kalla yang meminta UN diulang dan percetakan atau orang yang membocorkan soal diberi sanksi.

“Diberikan sanksi yang besar kepada orang itu dan sanksi yang besar kepada percetakan. Kalau percetakan berbuat itu, maka tidak lagi dikasih pekerjaan. Kalau perlu harus bayar kerugian negara. Termasuk kerugiannya, uji ulang dibayar percetakan kalau memang terbukti. Ini bisa ditelusuri,” jelas Kalla, dilansir ROL (16/4).

Sedang Anies langsung mendadak sibuk menghadapi masalah kebocoran soal UN, dari surati sampai telepon Google. Kemudian Anies meminta semua pihak melaporkan tindak kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional ke polisi.

Itulah kira-kira yang dialami Anies Baswedan saat ini. Jika dulu Anies sibuk mengkritik pernyataan Prabowo terkait soal bocornya APBN, kini tampaknya Anies harus disibukkan dengan kebocoran soal UN yang sejatinya juga kebocoran uang negara. Selain itu, publik pun sepertinya boleh memanfaatkan bocornya soal UN untuk mengkritik Anies.

Dilaman Facebook, netizen menuliskan kritik untuk Menteri Anies sebagai berikut:

“Ternyata Ente sama aja Nis, UN Bocor sejak minggu lalu baru tadi telepon Google? Dulu Ikut Menyusun Kurikulum 2013 tapi setelah berkuasa malah dihentikan dan kembali kekurikulum yang lama. Aneh ada orang berpendidikan tinggi tapi hobi jilat ludahnya sendiri. Kalau ente Gentle mundur secepatnya karena yg paling bertanggung jawab atas bocornya UN adalah Menteri Pendidikan?,” tulis akun Mufi Fihir. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 77 times, 1 visits today)
Loading...