IM di Sebut Teroris dan As-Sisi Telah Selamatkan Mesir, Alwi Shihab Di Tuding ‘Salah Minum Obat’

Posted on

Lagi-lagi Indonesia kembali terusik dengan pernyataan seorang pemikir Indonesia yang bernama Alwi Shihab yang dalam sebuah wawancara menyebutkan bahwa:

– Teroris Mesir adalah Ikhwanul Muslimin, yang sangat jauh dari Islam.
– As-Sisi telah menyelamatkan Mesir.

Demikian diantara poin wawancara Profesor Dr. Alwi Shihab yang diterbitkan koran berbahasa Arab yang disampaikan ustadz Nandang Burhanudin di laman facebooknya, Selasa (31/3/2015). Sebelumnya, Alwi Shihab juga menyentil Saudi yang memimpin negara-negara teluk menyerang pemberontak Syiah Houthi Yaman.

Atas pernyataan Alwi tersebut, publik bereaksi keras, khususnya di laman media sosial Twitter. Tak sedikit yang mengecam beliau.

Adalah akun @muragh di Twitter yang berkomentar dan menyebut Alwi Shihab salah minum obat.

“Salah minum Obat….,” tulisnya dengan nada kesal.

Selain itu, ada juga netizen yang berdoa kepada Allah dari kedustaan Alwi Sihab. Akun @Irsyad_Ali menulis: “Semoga Ikhwanul Muslimin dilindungi Allah dari perkataan dusta seperti Alwi Shihab..,” tulisnya dengan penuh harap doanya di kabulkan Allah Swt.

Dari hasil pantauan di Twiiter, ada banyak komentar di lini masa Twitter yang mengecam pernyataan Alwi Shihab tersebut.

Sedang di laman Facebook, ada seorang Ustadz yang bernama Nandang Burhanudin menulis sebuah ulasan terkait wawacara Alwi Shihab di koran arab yang dilasnir dari laman Piyungan.

***

“Teroris Menyanjung Teroris”

by: Nandang Burhanudin 

Sungguh memilukan sekaligus memalukan, seorang mantan Menlu dan bergelar Professor Doktor, namun memiliki sikap yang aneh dan nyeleneh terutama dalam menyampaikann pandangan seputar konflik Timur Tengah. Setelah Prof.Dr. Syafi’i Ma’arif, kini hadir tokoh nyeleneh lainnya yang bernama Profesor Dr. Alwi Syihab.

Petikan wawancara Alwi Syihab sebagai berikut:

1. Indonesia siap berkoalisi dengan Kairo melawan terorisme.
2. Teroris Mesir adalah Ikhwanul Muslimin, yang sangat jauh dari Islam.
3. As-Sisi telah menyelamatkan Mesir.
4. 30 Juni adalah revolusi rakyat terbesar sepanjang sejarah.

Sayangnya, saya tak sempat membaca tulisan secara lengkap. Mengingat tulisan Arab yang ada di foto yang didapat terlalu kecil untuk dibaca.

Bapak Alwi Syihab mungkin sudah lupa atau pura-pura lupa atau tengah mabuk udara, akibat perjalanan jauh Jakarta-Kairo. Beliau lupa fakta sejarah, bahwa kemerdekaan Indonesia diakui Mesir berkat lobi dan tekanan pendiri Ikhwanul Muslimin Imam Hasan Al-Banna.

Mungkin perlu diingatkan pula, bahwa di antara organisasi yang menyelamatkan ribuan mahasiswa/i Indonesia saat diterpa krisis moneter tahun 1997 adalah Ikhwanul Muslimin Mesir. Silahkan cek kepada mantan Dubes RI di Kairo, yang kemudian menjadi senior Menlu Indonesia, Bapak Hasan Wirajuda. Jika Ikhwanul Muslimin teroris, lalu mengapa bantuannya diterima tanpa pernah mengucapkan terima kasih?

Soal As-Sisi menyelamatkan Mesir atau 30 Juni 2012 sebagai revolusi rakyat terbesar di dunia, boleh jadi. Pendapat ini sangat masyhur jika kita mengambil pendapat dari Theodorus II pemimpin Koptik Mesir, atau dari kaum Sekuler-Liberal-LGBT-dan tokoh-tokoh Islamphobia. Sebab diakui Menlu Israel, jika Ikhwanul Muslimin dibiarkan 2 tahun berkuasa, maka benih-benih Khilafah akan membesar dan membahayakan Israel.

Namun jika mengambil pendapat orang awam atau orang jalanan di Mesir, tanpa perlu menanyakan kepada kaum intelek dan aktivis gerakan Islam Mesir, semua mengakui era As-Sisi adalah era perbudakan Mesir di zaman modern. Saya yakin Bapak Alwi Syihab tidak pernah mengunjungi rakyat kecil Mesir, karena pasti kemanapun bergerak sudah disiapkan protokoler dan penjagaan ketat. Sehingga cara pandang yang digunakan adalah cara pandang sedotan teh manis. Tentu yang dilihat yang manis-manis saja, tanpa pernah memandang sisi lainnya.

Saya doakan Bapak Alwi Syihab mengalami revolusi mental ke arah yang lebih bijak. Jangan sekedar menjilat hanya kepentingan yang justru sesaat. Malu nanti pak, jika Ikhwanul Muslimin berkuasa kembali. Bapak yakin dikenal penjilat sejati. Sebab penyanjung teroris adalah teroris.

***

Ya, dalam demokrasi, Alwi Shihab memang diperbolehkan menyatakan pendapatnya. Namun rakyat Indonesia juga boleh berpendapat dan menilai siapa diri Alwi Shihab sejatinya. [jks]
 
 

Silahkan Berkomentar