Jokowi Masih Sibuk ‘Jualan’ Bolt, Surya Paloh ‘Ambil Alih’ Tugas Presiden

Posted on

Lagi-lagi publik dikejutkan dengan aksi Surya Paloh dan Jokowi. Diketahui Surya Paloh hanyalah Ketua Umum Partai Nasdem, namun wewenangnya kerap membuat bingung publik. Ingat, sewaktu Jokowi berkunjung ke negara Jepang, pria berewok itu pun ikut entah sebagai apa posisinya.

Kini yang membuat heboh adalah, Surya Paloh ‘Ambil alih’ tugas Presiden Jokowi dalam hal pertemuan bilateral antar negara Indonesia dengan Belarusia. Sebuah judul berita di laman detikcom “Dubes Belarusia Temui Surya Paloh, Bahas Kerjasama dengan Indonesia” yang di rilis tanggal 14 April 2015. Ada pun sebagian isi beritanya:

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh‎ menerima kunjungan Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Vladimir Lopato Zagorsky. Pertemuan dilangsungkan di Kantor DPP Partai NasDem.


Zagorsky datang dengan salah seorang stafnya, bersetelan jas hitam, tiba di Kantor DPP NasDem, Jl RP Soeroso, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015) pukul 10.00 WIB. Dia beringsut masuk ke ruangan Surya Paloh.


Awal pertemuan dibuka untuk sorotan kamera media massa, selebihnya pertemuan b‎erlangsung tertutup. Di dalam ruangan, ada pula Ketua DPP NasDem Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Silverius Sony dan Ketua Fraksi NasDem di MPR Bachtiar Aly.


Usai pertemuan sejam, Zagorsky akhirnya keluar ruangan namun Surya Paloh tetap berada di ruangannya. Zagor‎sky menjelaskan pembicaraan dengan Surya membahas soal kerjasama bidang ekonomi, bisnis, pariwisata, hingga pendidikan, demikian laporan detikcom.

Kejadian tersebut memberian sinyal bahwa tugas Jokowi sebagai Presiden sudah di “ambil alih” oleh Surya Paloh. Kemana Jokowi? Menurut laporan laman Piyungan,

“Joko Widodo sibuk ‘jualan’ ponsel BOLT dan blusukan ke pasar modern, sedang Tugas Presiden dilaksanakan oleh Surya Paloh,” tulis laman tersebut (15/3).

Selanjutnya, masih dari Piyungan, yang menulis dengan kesan bertanya, “Kerjasama antar negara harusnya wewenang Presiden. Surya Paloh ini Presiden? Mentri? Staff Kepresidenan?,” pungkasnya.

Pertanyaan pun di layangkan kepada lembaga-lembaga negara.

“Mohon di perjelas dong 5 orang KPU dan 9 orang Hakim-hakim MK, SIAPA SEBENARNYA PRESIDEN DI REPUBLIK INI??? karena kalianlah yang MEMILIH dan MEMUTUSKAN siapa PRESIDEN untuk REPUBLIK ini,” tutupnya. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar