Menunggu Keberanian MPR Gelar Sidang Istimewa Tuk Lengserkan Jokowi

Posted on

Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan meminta pemerintah untuk tidak menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) berdasarkan harga pasar. Ia mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi melanggar undang-undang.

“Pemerintah harus hati-hati. BBM itu tidak boleh ikuti harga pasar. Kalau ikut pasar bisa berbahaya, bisa melanggar UU,” kata Zulkifli Hasan usai menghadiri Dies Natalis di Kampus Universitas Negeri Semarang, Senin (30/3/2015), dilansir Kompas.

Artinya, MPR bisa segera menggelar Sidang Istimewa untuk meminta pertanggungjawabkan Presiden Joko Widodo karena telah melanggar konstitusi dan Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), terkait kebijakan penetapan harga BBM.

Dikutip dari laman Intelijen, pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi, dalam keterangannya kepada intelijen (02/04).  “Mengikuti pasar bebas dalam penetapan harga BBM, secara nyata Presiden Jokowi telah melanggar UUD 45 dan melawan keputusan MK,” tegas Muslim.

Menurut Muslim, dalam putusan MK sangat jelas disebutkan, pemerintah dalam menetapkan harga BBM tidak boleh mengikuti mekanisme pasar bebas. “Ini sudah melanggar konstitusi maka wajib MPR gelar Sidang Istimewa untuk berhentikan Jokowi,” papar Muslim.

Kata Muslim, MPR menggelar sidang Istimewa agar presiden yang dipilih rakyat tidak tunduk pada kelompok kapitalis. “Hal ini perlu dilakukan agar presiden yang dipilih oleh rakyat hanya pada konstitusi dan tidak tunduk pada kepentingan kaum kapital yang bermain pada bisnis BBM,” tegas Muslim.

Muslim menegaskan, kebijakan menaikkan BBM, dengan dasar mengikuti mekanisme pasar dunia, sangat merugikan masyarakat kecil. “Sangat jelas merugikan rakyat kecil. Mereka sudah protes kepada Jokowi,” pungkas Muslim. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar