Meski Tak Peduli Dengan HUT TNI AU ke-69, Jokowi Diangkat Jadi Warga Kehormatan TNI

Posted on

TNI Angkatan Udara memperingati hari ulang tahunnya ke-69 tahun di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (9/4). Namun dalam acara tersebut tak dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

“Pak Presiden berhalangan katanya ada agenda negara,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto usai acara HUT TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (9/4), dilansir Merdeka.

Ternyata bukan agenda negara yang di hadiri Jokowi, namun agenda Partai. Ya, di waktu bersamaan dengan HUT TNI AU ke 69 pada 9 April 2015 lalu, berlangsung juga Kongres PDIP ke IV di Bali.

Jokowi lebih memilih hadir di Kongres PDIP, meski terkesan dilecehkan oleh Megawati dan PDIP, yakni tidak di perbolehkan berpidato atau beri kata sambutan. Padahal Jokowi datang dengan fasilitas negara, bukan fasilitas partai. Sontak, dunia jadi heboh, sampai-sampai media asing ikut menghebohkan kejadian konyol itu.

Nah, yang buat aneh adalah, meski Jokowi lupakan HUT TNI AU ke 69, tapi Jokowi diangkat menjadi warga kehormatan TNI. Sungguh mulia hati para Tentara Negara Indonesia. Hal ini seperti diberitakan laman Tempo (16/4) dan berikut informasinya.

loading...

Presiden Joko Widodo diangkat menjadi warga kehormatan pasukan khusus TNI. Pemberian status baru tersebut ditandai dengan apel kebesaran di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Kamis pagi, 16 April 2015.


Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan memimpin apel kebesaran pembaretan tersebut. Dia didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna dan perwira tinggi Mabes TNI.


Tema pembaretan kali ini adalah “Melalui apel kebesaran dan pengangkatan Presiden RI ke-7 selaku pemegang kekuasaan tertinggi TNI sebagai warga kehormatan pasukan khusus TNI, kita wujudkan profesionalisme prajurit guna mendukung pelaksanaan Tupok TNI.”


Upacara ini melibatkan 6.540 petugas yang terdiri dari 750 personel Mabes TNI, 2.100 prajurit TNI AD, 2.050 prajurit TNI AL dan 1.550 prajurit TNI AU, demikian Tempo mengabarkan.

Jika dimaknai lebih jauh, apakah TNI benar-benar jadikan Jokowi sebagai Warga Kehormatan TNI, atau cuma “sindiran” saja?  Biarlah si “petugas partai” yang merasakan. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
Loading...
(Visited 38 times, 1 visits today)
Loading...