Serius? Mega: Tak Mau Disebut Petugas Partai Silakan Keluar

Posted on

Istilah “petugas partai” memang belum usai isunya. Pada Kongres PDIP ke IV di Bali makin dipertegas lagi oleh Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Bahkan, Mega tak segan mempersilahkan para kader “moncong putih” untuk keluar jika tak mau di daulat menjadi “petugas partai”. Tentu saja, hal ini juga berlaku bagi Presiden Jokowi.

Mengutip dari laman Rol (11/4) berikut ini,

“Ingat kalian adalah petugas partai. Petugas partai itu adalah perpanjangan tangan dari partai,” katanya saat menyampaikan pidato penutupan Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sanur, Bali, Sabtu.

“Kalau kalian tidak mau disebut sebagai petugas partai, silakan keluar dari partai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa semua kader PDIP yang menduduki jabatan di legislatif maupun eksekutif di semua tingkatan adalah petugas partai.

Megawati juga menyinggung soal sebutan petugas partai ketika menyampaikan pidato politik pada pembukaan kongres Kamis (9/4).

Saat itu dia mengatakan proses seleksi kader untuk menduduki jabatan di struktur kepengurusan partai dilakukan dengan serangkaian pengujian kapasitas, kepemimpinan, loyalitas, dan dedikasi.

Dalam proses tersebut, Megawati mengatakan, ada beberapa kader yang enggan disebut sebagai petugas partai.

“Dari sikap tersebut, saya jadi lebih mengetahui karakter kader tersebut,” katanya.

Ia menambahkan dari serangkaian seleksi yang dia lakukan dia menyimpulkan bahwa ada tiga kelompok kader di PDIP.

“Ada kader yang sungguh-sungguh ingin mengabdi di partai, kader yang ingin mencari keuntungan di partai, serta kader yang memanfaatkan partai untuk menjadi batu loncatan meraih jabatan yang lebih tinggi,” katanya. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar