[Novel di Tangkap] Ketimbang Mengancam, Lebih Baik Pimpinan KPK Ajukan Praperadilan

Posted on

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso menyarankan, agar lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepuh langkah praperadilan ketimbang mengancam mundur untuk membela Novel Baswedan.

“Praperadilan lebih bagus, jadi jangan lebay,” kata Buwas di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/5).

Dia mengatakan, Novel Baswedan bukanlah seorang dewa yang kebal atas hukum. Dia menyebut, semua orang sama dimata hukum, termasuk Novel yang merupakan seorang penyidik KPK.

“Novel itu bukan hal yang luar biasa, biasa-biasa saja. Karena dia bukan dewa.”

Dia menilai, lembaga KPK tak akan bubar meski Novel ditahan oleh penyidik Bareskrim dalam kasus penganiayaan di Bengkulu itu. “KPK tidak ada Novel tidak akan berhenti, jadi bagian sangat kecil di KPK si Novel ini.”

loading...

Bekas Kapolda Gorontalo menambahkan, KPK seharusnya dapat lebih positif dalam menanggapi penangkapan Novel. Sebab, jika dibandingkan dengan penangkapan yang dilakukan KPK terhadap koruptor, menurut Buwas, hal itu belum seberapa.

“Belum apa-apa sudah takut. Gagah gitu lho sewaktu nangkap (koruptor) yang lain-lain gagah,” sindir jebolan Akpol 84 itu.

Novel ditangkap oleh Bareskrim Polri, Jumat (1/5) dini hari tadi. Setelah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, kemudian dia pun dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua.

Setelah itu, Novel pun diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalankan rekonstruksi. Dia dijerat dengan pasal penganiayaan berat dan pembunuhan ketika menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Bengkulu pada 2004 silam.

sumber: Wisnu Yusep – Aktualco
 
 

Silahkan Berkomentar
Loading...
(Visited 31 times, 1 visits today)
Loading...