Setelah Gambar ‘Juru Masak’ dan ‘Pembunuh’, Foto Jokowi pun Disingkirkan di Australia

Posted on

Perlakuan tidak konsisten atau selalu berbedanya Australia merespon gambar atau foto Presiden Jokowi masih terus berlangsung. Awal Jokowi dilantik dulu, ada media Australia yang menggambarkan Jokowi sebagai juru masak dengan memakai celemek. Akibatnya, ragam reaksi publik tak bisa di hindari, ada yang sebut itu penghinaan, namun ada juga yang mengklaim hal tersebut adalah sebuah penghargaan. Seru sekali di kala itu.

Sudahlah, kita tinggalkan saja masalah Jokowi yang pada halaman depan The Courier Mail, digambarkan sedang memasak barbeque di tengah pesta pemimpin dunia. Kini, marilah kita beralih kepada gambar Jokowi yang dibaratkan sebagai pembunuh oleh media Australia juga. Dengan memakai peci dan pakaian jas, tangan Jokowi berlumurah darah, seperti itu kira-kira gambarnya.

Dilansir Rol (30/4), pada edisi Rabu (29/4), media The Courier Mail menampilkan foto yang menggambarkan betapa Presiden Indonesia, Joko Widodo sebagai pembunuh. Foto itu mengilustrasikan Presiden Joko Widodo dengan tangan berlumuran darah.

The Courier Mail membuat judul headline dalam koran tersebut, ‘Tangan Yang Berdarah’ (Bloody Hands). Tak hanya sampai di situ. Bahkan dalam salah satu pengantar redaksinya, Courier Mail menulis menyebut bahwa Indonesia baru saja melaksanakan eksekusi mati yang kejam.

Dari digambarkan sebagai “juru masak” ke “seperti pembunuh” adalah sebuah lompatan karakter yang mencengangkan, bukan?

Masih terngiang kedua gambar tersebut di benak ratusan juta rakyat Indonesia. Kini terjadi lagi peristiwa kepada foto atau gambar Jokowi di Australia. Kabarnya, foto Presiden Jokowi di singkirkan dari sebuah pameran yang sedang berlangsung di negeri Kangguru itu.

Dilansir Kompas (1/5), yang memuat judul berita “Foto Presiden Jokowi Disingkirkan dari Pameran di Australia” mendapat respon serius dari pembaca. Bahkan sampai tulisan ini diturunkan, sudah 42,451 kali dibaca dan 92,000 kali dibagikan ke media sosial Facebook. Berikut penggalan isi beritanya.

Sebuah foto wajah Presiden Joko Widodo atau Jokowi disingkirkan dari ruang pamer di National Portrait Gallery (NPG), Canberra, Australia, menyusul pelaksanaan eksekusi dua pemimpin kelompok pengedar narkoba yang dikenal dengan julukan “Bali Nine”.

Foto tersebut merupakan karya Adam Ferguson yang masuk daftar National Photographic Portrait Prize tahun ini.

Pengelola galeri tersebut awalnya berencana untuk memajang foto itu sampai Juni mendatang.

Direktur galeri tersebut, Angus Trumble, mengatakan, pencopotan foto merupakan tindakan sementara, dan si fotografer telah diberi tahu. Dia mengatakan, mereka khawatir foto itu mungkin akan dirusak oleh seseorang yang marah terkait eksekusi terhadap warga Australia, yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, pada Rabu (29/4/2015) dini hari di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

“Menurut saya, Rabu pagi, dalam situasi dan dalam operasional kami, juga berdasarkan penilaian terbaik saya tentang risiko kerusakan pada karya seni, foto itu pun perlu disingkirkan dari ruang pamer,” katanya seperti dikutip ABC, Kamis, yang dilaporkan Kompas. (Baca, Betulkah PM Australia Tony Abbott Sindikat Narkoba Internasional?)

Ya, begitulah yang terjadi kepada Jokowi ketika hadir dalam bentuk gambar atau foto di Australia. Untung saja anak Jokowi Gibran Rakabuming Raka sudah lulus sekolah dari Australia, jika tidak, entah bagaimana perasaannya. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar