Dua Pemain Muslim Bayern Muenchen Tolak Pemotretan Sambil Pegang Bir

Posted on
Franck Ribery (bawah, kedua kiri) dan Mehdi Benatia (atas kedua kiri) tak memegang bir saat sesi foto tim.
Franck Ribery (bawah, kedua kiri) dan Mehdi Benatia (atas kedua kiri) tak memegang bir saat sesi foto tim.

Sesi pemotretan sebagai promosi dilakukan klub sepak bola yang berbasis di Jerman, Bayern Muenchen pada pekn lalu. Kejadian unik terjadi, dua pemain Muslim Bayern Muenchen menolak untuk berpose sambil memegang gelas bir seperti tradisi Muenchen dari dulu.

Akibatnya, pose kedua pemain yang beragama Muslim itu berbeda dengan rekan-rekannya. Termasuk sang pelatih Pep Guardiola yang juga bergabung dalam sesi pemotretan tersebut.

Berdasarkan informasi dari Onislam yang dikutip Rol (31/8/2015), kedua pemain tersebut yaitu Franck Ribery asal Prancis dan Mehdi Benatia asal Maroko. Dimana pemotretan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan Muenchen dengan sponsor Paulaner Brewery setelah tim memenangkan dua pertandingan Bundesliga pertama.

Gelandang Muenchen, Ribery diyakini telah kembali masuk Islam setelah menikah dengan istrinya yang merupakan seorang Muslimah asal Maroko pada tahun 2006 silam. Meskipun dia jarang mengungkapkan agamanya, baru-baru ini Ribery mengungkapkan kepada majalah Le Paris Match bahwa dirinya merasa aman dengan islam.

Franck Ribery, dilansir laman Fajar, bisa dikatakan yang paling taat. Selain pernah melaksanakan ibadah umroh, ia juga sering marah kepada rekan setimnya apabila yang mereka lakukan dianggap bertentangan dengan keyakinan dan aturan Islam. Salah satu contoh, ia sangat marah besar ketika salah sorang rekannya di Bayern Munich menyiramkan bir ke dia saat pesta perayaan juara Liga Champions. Dan jangan ditanya soal puasa, meski dilarang untuk berpuasa oleh tim medis klub saat akan bertanding, Ribery tetap berpuasa.

Diketahui, Mehdi Benatia bek tim nasional Maroko untuk sesi pemotretan musim 2015/2016 juga melakukan hal yang sama.

Sejak bergabung Bayern dari AS Roma pada 2014 lalu, Benatia selalu menolak memegang gelas bir saat pemotretan iklan bir Paulaner Brewery.

Sepertinya mereka berdua paham dan meyakini Islam tidak pernah toleransi terhadap larangan untuk minuman keras tersebut. Larangan tersebut tidak hanya dalam hal mengonsumsi melainkan juga dilarang menjualnya.

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 100 times, 1 visits today)
Loading...