Perintah Jokowi soal Serapan Anggaran yang Minim, Tak Dijalankan Para Menteri

Posted on

Jokowi sedang duduk
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menghimbau kepada rakyat Indonesia untuk bekerja. Slogan ‘Ayo Kerja’ menjadi pilihan kata bagi Jokowi.

Teryata, himbauan ‘Ayo Kerja’ Jokowi hanya menjadi slogan saja bagi para menteri Kabinet Kerja. Bukannya menjadi teladan bagi rakyat, para menteri terkesan seperti tidak peduli dengan slogan ‘Ayo Kerja’. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya kerja menteri di bidang penyerapan anggaran. Sampai-sampai Jokowi geram, kenapa serapan anggaran masih tetap di angka 20 persen saja dari waktu kewaktu.

Dalam pembukaan sidang kabinet, Rabu, 19 Agustus 2015, dilansir Tempo, Presiden Jokowi dengan nada meninggi ‘menyentil’ para menterinya karena serapan anggaran yang masih sangat rendah.

   

“Serapan anggaran, terutama belanja modal, ini masih kecil sekali. Terakhir masih 20 persen. Ini pertengahan Agustus masih 20 persen. Hati-hati, jangan ke mana-mana dulu. Jadi sekali lagi, konsentrasi ke penyerapan anggaran. Duitnya ada,” kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu, 19 Agustus 2015.

Sidang kabinet sedianya membahas soal kebutuhan bahan pokok. Namun saat pembukaan Presiden sempat menyinggung mengenai pengaturan fungsi dan kerja kabinet serta serapan anggaran yang masih rendah.

Diketahui, Jika serapan anggaran rendah, pembangunan infrastruktur dipastikan akan susah tercapai dalam waktu yang cepat dan juga berefek kepada lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Semoga pada rapat kabinet selanjutnya, Presiden Jokowi tidak lagi menyentil para menteri hanya karena masalah serapan anggaran lagi.

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
(Visited 36 times, 1 visits today)
Loading...