Ahok Sebut Wajar Anggaran Penulisan Pidato Gubernur Rp 805 Juta per Tahun

Posted on

Ahok-ketahuan-selipkan-anggaran-siluman-juga
Anggaran senilai Rp805 juta untuk gaji penulis naskah pidato gubernur dianggap biasa saja oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pria yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan selama gaji para penulis pidato itu tidak lebih dari Rp1 miliar setahun, maka anggaran yang dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2016 masih masuk akal.

“Ya tergantung (besar atau tidaknya), kalau mereka digaji dibawah Rp1 miliar setahun nggak ada dong,” ujarnya sesaat sebelum meninggalkan Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

“Kalau kamu misalnya gaji Rp3 juta sebulan, hitung saja untuk 7 orang berapa. Tapi kalau untuk tenaga ahli nggak mungkin dibayar Rp3 juta, minimal Rp10 juta,” jelas Ahok.

Saat ditanya apakah PNS DKI tidak ada yang bisa menulis naskah pidato untuknya, Ahok mengaku tidak tahu. Ia sendiri ternyata juga tidak membutuhkan pegawai khusus yang menuliskan naskah pidato.

“Makanya saya bilang, selama ini saya pidato nggak pernah baca naskah deh. Kecuali naskah yang di DPRD,” terang Ahok.

Ahok berjanji akan menyelidiki kembali rencana anggaran penulis‎an pidato ini. Sekaligus, mencari tahu apakah ada PNS DKI yang bisa menulis pidato untuk gubernur.

“Nanti coba saya hitung lagi. Kalau gitu (ada PNS yang bisa menulis pidato gubernur), terus PNS-nya mau ngapain (tenaga ahli, operator dan PHL)?” katanya.

   

Sebagaimana diketahui, uang sebesar Rp 805 juta dianggarkan dalam RAPBD 2016 untuk membayar gaji penulis naskah pidato gubernur. Data ini diketahui saat rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2016 digelar, Selasa (9/9) kemarin.

Mawardi mengatakan, pihaknya berencana mempekerjakan ‎14 orang pegawai yang khusus mengurus naskah sambutan gubernur. Tujuh diantaranya adalah pekerja harian lepas (PHL) dengan gaji sekitar Rp2,7 juta rupiah. Mereka bertugas untuk mencari data bahan naskah pidato yang akan dibacakan oleh Gubernur nantinya.

Kemudian, DKI juga berencana mempekerjakan empat orang tenaga ahli hanya untuk menyusun naskah pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Masing-masing tenaga ahli tersebut akan dibayar dengan gaji sekitar Rp5 juta. Terakhir, DKI akan merekrut tiga orang operator dengan plafon gaji Rp4,3 juta per bulan.

Editor: Wira
Sumber: Rmol
 
 

Silahkan Berkomentar
(Visited 43 times, 1 visits today)
Loading...