Alamak! Harga BBM Sulit Turun karena Pertamina Belum Untung

Posted on

Pertalite dan Premium
Dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) begitu terasa bagi masyarakat, terutama masyakarat miskin. Anggapan pemerintah Jokowi yang sebut pencabutan subsidi BBM untuk kesejahteraan rakyat ternyata keliru. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda kearah sana. Malahan, berdasarkan laporan dari BPS, jumlah rakyat miskin Indonesia meningkat karena kenaikan harga BBM. (Baca: Jumlah Orang Miskin Indonesia Meroket Gara-gara Harga BBM Naik).

Meski begitu, harga BBM di Indonesia sampai saat ini belum juga akan diturunkan. Hal ini terjadi karena Pertamina masih alami kerugian. Alamak!

Dilansir laman Okezone, Sabtu (26/9/2015), Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi belum akan turun lantaran Pertamina masih rugi. Pasalnya, pemerintah masih memiliki utang ke Pertamina terkait kerugian penjualan Premium di waktu lampau belum terbayarkan.

   

“Asumsinya kenapa pemerintah belum menurunkan harga BBM, karena memang mereka masih berutang ke Pertamina terkait penyaluran BBM subsidi premium dan solar,” papar Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, kepada Okezone.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Pertamina Wisnuntoro mengatakan, sejak awal 2015 sampai 20 September, Pertamina mengalami kerugian hingga Rp15,2 triliun. Dia menjelaskan, kerugian dari penjualan premium ini terjadi lantaran adanya selisih harga.

Pasalnya, saat ini harga yang dijual adalah Rp7.400, sementara harga keekonomian yang seharusnya dijual di pasaran berkisar antara Rp7.700-Rp7.800 per liter. Mamit menilai, lantaran kerugian itulah pemerintah masih belum menurunkan harga BBM. Pemerintah memberikan ruang kepada Pertamina untuk menutupi kerugian tersebut,

“Dengan utang itu pemerintah berpikir harus membalikkan dulu ke Pertamina, membiarkan Pertamina untung dulu nanti kalau memang sudah berkurang mungkin bisa diturunkan (harga BBM),” imbuhnya.

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
(Visited 65 times, 3 visits today)
Loading...