Belum Ada Satu Komando, Psikolog UI: Rezim Jokowi Diisi Pernak-pernik Tak Penting

Posted on

Jokowi-dan-Jusuf-Kalla
Psikolog Politik dari Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen menilai, pemerintah di rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) diwarnai oleh banyak pernak-pernik yang tidak berhubungan langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia mencontohkan, tentang tantangan debat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli ke Wapres Jusuf Kalla (JK) dan percakapan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil yang berisi ancaman ke Jokowi.

“Banyak pernak-pernik masalah enggak penting, dan masing-masing cari panggung,” kata Dewi kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Padahal, lanjut Dewi, banyak masalah krusial, seperti merosotnya perekonomian nasional yang harus jadi fokus pemerintah. Hal-hal seperti itu dianggap hanya akan menguras energi pemerintahan Jokowi.

“Seluruh negara lagi genting, enggak bisa lagi bahas masalah seperti itu, tidak perlu keluar pernak-pernik yang nguras energi,” sebutnya.

   

Dewi menduga, gonjang-ganjing masalah selama ini karena Jokowi belum tegas memegang komando utama pemerintahan. Antara yang diinginkan oleh Jokowi itu berbeda dengan apa yang dijalankan oleh para bawahannya.

“Artinya dia harus tegas, kebijakan satu tangan. Komando dan sifatnya strategis, planning harus jelas. Harus ada kesatuan komando, jangan sifatnya kaget-kagetan, seperti enggak ada polanya,” tegas Dewi.

Editor: Wira
Sumber: Okezone
 
 

Silahkan Berkomentar
(Visited 21 times, 1 visits today)
Loading...