Gara-Gara Jenggot, Turis Perancis Masuk Islam

Posted on
Ustad Umar Said sedang bimbing warga negara Perancis Anthony Marie Charles Alard mengikrarkan dua kalimah syahadat.
Ustad Umar Said sedang bimbing warga negara Perancis Anthony Marie Charles Alard mengikrarkan dua kalimah syahadat.

Heboh jenggot masih terus berlangsung sepertinya. Ups! jangan salah dulu, karena kabar baiknya, kali ini jenggot mampu membuat turis asal negara Perancis kepincut kepada Islam dan memutuskan bersyahadat sebagai awal pintu masuk agama Islam. Subhanallah.

Awalnya, wisatawan Perancis yang bernama Anthony Marie Charles Alard sedang berlibur di kota Jogjakarta. Nah, di Jogjakarta-lah  ia dikejutkan dengan fenomena tentang Islam. Jenggot, ya jenggot yang telah di identikkan dengan kekerasan dan ‘teroris’ oleh Barat berhasil jadi prinsip hidupnya, kini pupus setelah Anthony berada di Jogja.

Dilaporkan Komunitas Mualaf Jogja, 11 September 2015, dihadapan aktifis Mualaf Centre Yogyakarta (MCY) saudara Muhammad Denny dan jemaah masjid Dipo, di bimbing Ustad Umar Said warga negara perancis “Anthony Marie Charles Alard” mengikrarkan dua kalimah syahadat.

   

Rupanya turis Perancis ini sebelumnya menganut paham orang yang tidak meyakini agama (Atheis) yang sudah terdoktrin dengan pemberitaan negatif tentang Islam.

“Selama ini saya tidak beragama (Atheis), banyak berhembus kabar islam adalah agama kekerasan yang selama ini saya terima namun setelah saya mencari tahu sendiri ternyata tidak begitu, jenggot yang di identikkan dengan teroris ternyata itu tidak berlaku setelah saya kenal dengan teman teman disini termasuk dengan Ustad Umar Said dan Saudara Denny, mereka santun , mereka baik dan sayapun mantab untuk mengimani islam malam ini,” Ucap Anthony kepada MCY.

Kejadian unik ini tentu berbanding terbalik dengan jenggot yang dijadikan guyonan dan olok-olokan oleh Said Aqil Siradj beberapa waktu yang lalu. Salah satu hikmah dari hebohnya jenggot di Indonesia ternyata berujung pada masuk Islamnya Anthony.

Betul juga kata Ridwan Kamil yang kira-kira bunyinya seperti ini, “Kebenaran tidak akan bengkok meski ada pihak yang memaksakan bengkok.”

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
(Visited 91 times, 1 visits today)
Loading...