Ini Penyebab Harga Jual Sepeda Motor di Indonesia Lebih Mahal di Kawasan Asean

Posted on
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf (kanan) saat menjadi pembicara pada Forum Legislasi dengan tema Menghukum Kartel Melalui Revisi UU Persaingan Tidak Sehat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9). Foto: Ricardo/JPNN.com
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf (kanan) saat menjadi pembicara pada Forum Legislasi dengan tema Menghukum Kartel Melalui Revisi UU Persaingan Tidak Sehat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9). Foto: Ricardo/JPNN.com

Lebih mahalnya harga jual sepeda motor di Indonesia dari negara lain di kawasan Asean menimbulkan pertanyaan. Diduga kuat ada permainan perusahaan besar dibelakangnya.

Fakta ini, menurut Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, mengundang kecurigaan KPPU mengenai dugaan adanya praktik kartel motor oleh dua perusahaan besar motor.

“KPPU sudah survei ke sejumlah negara di kawasan ASEAN. Hasilnya, harga jual motor dua merk ternama di Indonesia ternyata paling mahal,” kata M Syarkawi Rauf, kemarin di Pressroom DPR, Senayan Jakarta, dilansir JPPN, Rabu (2/9/2015).

Setelah ditelusuri KPPU, menurut dia, telah terjadi praktik kartel yang diduga dilakukan oleh dua perusahaan besar motor yang selama ini menguasai pangsa pasar motor di Indonesia.

“Dua perusahaan besar motor itu, tidak etis saya ungkap. Biar nanti pengadilan yang mengungkap,” tegas Syarkawi.

Kartel motor yang mereka lakukan, ujar Syarkawi, motifnya untuk menjaga harga motor tetap tinggi dan kedua perusahaan dimaksud meraup keuntunghan besar.

“Kalau KPPU bisa membawa kasus ini ke pengadilan dan hakim mengabulkan tuntutan KPPU. Saya pastikan harga motor di Indonesia pasti lebih (mahal) dibanding Malaysia, Singapura atau Vietnam,”katanya.

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 86 times, 1 visits today)
Loading...