Menggugat Biaya Administrasi Bank di Pulsa Listrik

Posted on

listrik prabayar

Biaya administrasi listrik yang diberlakukan bank pada transaksi pulsa listrik memicu pertanyaan publik. Rakyat, sebagai konsumen harus mendapat penjelasan, terindikasi biaya administrasi bank selain tidak transparan juga dinilai memperkaya korporasi tertentu dan merugikan rakyat Indonesia.

Pegawai BPKP dan PhD (Candidate) pada Auckland University of Technology (AUT) Rudy M Harahap melalui tulisannya di laman detikcom, Rabu (9/9/2015), mempertanyakan soal administrasi bank di pulsa elektrik yang berlaku saat ini. Berikut ulasannya.

***

Mempertanyakan Biaya Administrasi Bank di Pulsa Listrik
oleh: Rudy M Harahap

“If you’re not careful, the newspapers will have you hating the people who are being opressed, and loving the people who are doing the opressing,” Malcom X

Ucapan Malcom X itu sangat relevan di dunia media sosial saat ini. Jika kita tidak berhati-hati, maka kita malah membenci orang yang teraniaya dan mencintai orang yang melakukan penganiayaan. Hal ini pun nyata sekali melanda ‘keluguan’ Rizal Ramli.

Ucapannya yang sebenarnya membela rakyat, malah diolok-olok oleh media sosial. Ketika ia memasalahkan sistem pulsa listrik prabayar PLN, banyak orang yang tidak sadar bahwa Rizal sedang membela hak masyarakat, tetapi masyarakat malah mengolok-oloknya.

Padahal, pernyataan Rizal ada benarnya. Namun, karena kekuatan korporasi di media sosial, ia seperti tidak berdaya dan apa yang dinyatakannya menjadi berbalik sebagai pelecehan ke dirinya. Mari kita lihat apa yang dimasalahkannya terkait sistem pulsa.

Rizal sebenarnya sedang memasalahkan dasar pembebanan biaya listrik prabayar ke masyarakat. Ia mempertanyakan akuntabilitas pengenaan tarif listrik dengan sistem prabayar. Sebab, dengan sistem prabayar, kontrol utamanya ada pada kode-kode di slip pulsa dan bukan hanya pada meteran pelanggan lagi.

Ketika seorang pelanggan membayar Rp 100 ribu, misalnya, dan hanya dapat menikmati listrik senilai Rp 95 ribu, kontrol ada pada konfigurasi kode di slip pulsa. Pelanggan selama ini pasrah saja ketika ia hanya menikmati listrik seharga Rp 95 ribu dan bukan Rp 100 ribu.

>> Selanjutnya

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 81 times, 1 visits today)
Loading...