Negara Turki Habiskan 7,6 Miliar Dolar AS tuk Merawat 2,2 Juta Pengungsi Suriah

Posted on
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Istri mengadakan buka puasa berama para pengungsi Suriah pada Sabtu (20/6/2015). foto: Anandolu Agency.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Istri mengadakan buka puasa berama para pengungsi Suriah pada Sabtu (20/6/2015). foto: Anandolu Agency.

Eksistensi sebuah negara bisa di lihat dari kebijakan politik Internasionalnya, atau kebijakan politik luar negeri dari negara itu sendiri. Dan, salah satu kebijakan politik luar negeri adalah menampung para imigran untuk bisa hidup di negaranya. Hal inilah yang dilakukan oleh negara Turki terhadap para pengungsi atau imigran Suriah.

Negara yang Presiden-nya Erdogan tersebut patut mendapat apresiasi dalam hal kebijakanya menangani para pengungsi, selain pantas di tiru oleh negara-negara lain, termasuk Amerika yang katanya ‘bapak demokrasi’.

Dilansir laman Rol, Sabtu (19/9/2015), Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan, negaranya hingga saat ini telah menghabiskan 7,6 miliar dolar AS untuk  merawat 2,2 juta pengungsi Suriah.

   

Turki yang berbatasan Suriah menjadi tuan rumah pengungsi terbesar di dunia. Turki juga bersumpah untuk mempertahankan kebijakan terbukanya perbatasan.

“Penjaga pantai Turki telah menyelamatkan 53.228 orang. Sementara 274 orang tewas di perairan Turki,” kata Kurtulmus pada konferensi pers seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (18/9).

Pada bulan Juli lalu, Otoritas Bencana dan Manajemen Darurat Turki (AFAD) berencana untuk membangun sebuah kamp baru untuk pengungsi di sebelah selatan Kota Kilis.

Tujuannya untuk mengakomodasi untuk masuknya pengungsi Suriah. Turki telah menerima sekitar 2 juta warga Suriah yang melarikan diri dari perang.

Dalam sebuah kesempatan beberapa waktu yang lalu, Erdogan pernah menyatakan bahwa kebijakan negara Turki menampung pengungsi tidak memandang dari warna kulit atau bahasa.

“Kami menjangkau orang-orang yang membutuhkan, terlepas dari warna kulit mereka dan bahasa mereka berbicara,” kata Erdogan. “Kami akan terus membantu siapa pun yang membutuhkan,” ucapnya yang dirilis Anandolu Agency.

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
(Visited 74 times, 1 visits today)
Loading...