PAN Bergabung ke Pemerintah Jokowi, Posisi Menteri Non-Parpol Terancam

Posted on
Amien Rais (kiri) dan Zulkifli Hasan (kanan)
Amien Rais (kiri) dan Zulkifli Hasan (kanan)

Implikasi politik dengan bergabung Partai Amanat Nasional (PAN) ke pemerintahan Jokowi tidak bisa terelakkan. Meski PAN mengakui belum ada pembicaraan jatah menteri, namun Amien Rais meyakini bahwa Presiden Jokowi akan memberikan posisi tersebut.

Jika reshuffle terjadi kembali, maka posisi yang akan tergeser adalah menteri dari Non-Parpol.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah yang yakin Presiden Joko Widodo memahami cara memperkuat stabilitas pemerintahan. Jika ada reshuffle jilid II dengan menambah kader PAN, Basarah menyarankan hal itu untuk menggantikan menteri non parpol. Tetapi, menteri yang berasal dari partai politik itu memenuhi azas kompetensi.

“Ada dua keuntungan ganda, kuat di parlemen, dan anggota kabinet lebih profesional. Tanpa stabilitas politik maka pemerintah tak stabil dan pembangunan stagnan,” ujar Anggota Komisi III DPR itu, Kamis (3/9/2015), dilansir Tribunnews.

Basarah mengatakan reshuffle kabinet harus didasari dengan kebutuhan. Ia mengingatkan hanya Presiden RI Megawati Soekarnoputri dan BJ Habibie yang tidak melakukan reshuffle kabinet.

“Bila Jokowi nilai kabinet belum ideal, dia punya hak prerogatif,” katanya.

Mengenai kemungkinan PAN masuk kabinet, Basarah mengingatkan adanya kerjasama politik. Ia mengakui adanya faktor ‘take and give’ dalam dunia politik.

“Ketika ada dukungan dari PAN, maka pemerintah juga memberikan dukungan ke PAN, bagaimana dukungannya, Pak Jokowi selaku preisden tahu persis,” ujar Basarah.

[sal]
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 41 times, 2 visits today)
Loading...