Telah Intervensi Hukum, DPR Harus Makzulkan Jusuf Kalla

Posted on

Jusuf Kalla sedang wawancara
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta untuk mengimpeach atau memakzulkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) karena telah bertindak melanggar hukum.‎

Permintaan tersebut disampaikan Kordinator Gerakan Mahasiswa 77-78, Syafril Sofjan, dalam perbincangan dengan redaksi, Jumat (4/9).

‎Pelanggaran hukum yang dilakukan JK, sebut Syafril, terkait intervensinya agar proses penyelidikan kasus korupsi di Pelindo II tidak dilanjutkan oleh kepolisian. JK mengatakan kepada Jenderal Budi Waseso selaku Kabareskrim bahwa kasus dugaan korupsi yang menimpa korporasi tidak boleh langsung dipidanakan.

‎”Tindakan JK ini bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang dan menghalang-halangi proses hukum. Oleh karenanya DPR harus mengimpeachnya,” ujar Syafril.‎

DPR, dikatakan Syafril, harus bersikap dan jangan membiarkan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan secara kasat mata oleh JK.

‎”Fraksi-fraksi di DPR termasuk PDIP sudah sela‎yaknya menggulirkan impeachment,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII. Melalui Ketua Bidang Advokasi PB PMII Bambang Tri Anggono yang menilai, Wapres Jusuf Kalla dalam mengurai kasus Pelindo II sangat kentara. Ditambah, Menko Polhukam Luhut Panjaitan secara terang-terangan mengeluarkan statement ganjil dengan bahwa telah terjadi kegaduhan ekonomi pasca penggeledahan kantor Direktur Pelindo II, RJ Lino.

“Ada kesan penyembunyian kasus besar secara sengaja dalam mengungkap korupsi pelabuhan di bawah Pelindo II. Yang menjadi pertanyaan besar publik saat adalah kenapa Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam dan Menteri BUMN berusaha melindungi kasus korupsi pelabuhan. Hingga harus dibayar dengan mencopot Buwas dari jabatannya atas nama terjadinya kegaduhan ekonomi,” pungkasnya.

Sejauh ini DPR baru mewacanakan membentuk Pansus kasus Pelindo II. Fraksi PDIP dan Golkar sudah memastikan setuju pansus dibentuk. Pansus sedianya akan mengusut dugaan korupsi Pelindo II dan pencopotan Buwas.

Editor: Wira
Sumber: Rmol
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 30 times, 1 visits today)
Loading...