Habib Rizieq Akan Laporkan BI dan Menkeu soal Logo Mirip Palu Arit di Uang Baru

Posted on

Habib Rizieq Shihab akan melaporkan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Repulik Indonesia (Peruri) terkait logo mirip palu arit di uang kertas cetakan baru.

Rizieq menilai, mereka harus bertanggung jawab atas munculnya logo mirip lambang Partai Komunis Indonesia di uang kertas baru.

“Kami sudah bentuk tim advokat dan tim pelapor, kami akan laporkan ke Mabes Polri Gubernur BI, Menteri Keuangan, juga Peruri sebagai pencetak dan desain. Mereka tanda tangan (uang) artinya tanggung jawab,” kata Rizieq di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (11/1), dilansir CNN Indonesia.

Rizieq mengatakan, logo mirip palu arit itu semula hanya ada di uang kertas Rp100 ribu cetakan lama. Logo yang dianggap aneh ini membuatnya melapor ke Kapolri.

Keberadaan logo itu juga diprotes oleh masyarakat di Palembang, Sumatera Selatan, dengan mendatangi langsung kantor BI di sana. “Mereka janji akan diteliti dan tak akan terulang,” katanya.

Namun belakangan, setelah uang cetakan baru diterbitkan, ternyata tidak ada perubahan. Semua pecahan uang kertas malah terdapat logo yang diprotes itu.

Loading...

Merasa ada yang salah, ia lantas melayangkan protes ke polisi. Namun belakangan Rizieq dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan penghasutan.

Rizieq menilai, seharusnya protes dijawab secara ilmiah oleh instansi yang berwenang. Bukan dengan ditanggapi dengan laporan kepolisian.

Jika BI menyatakan logo yang dinilai mirip palu arit itu adalah salah satu bagian dari teknologi pengamanan, Rizieq mempertanyakan mengapa dicetak di logo BI sehingga membentuk pola mirip lambang PKI.

Rizieq mengatakan, dalam beberapa tahun terahir, isu kebangkitan komunis patut diwaspadai. Ia mengklaim punya 30 indikasi yang sudah disampaikannya dalam sebuah simposium yang diadakan Gerakan Bela Negara.

“Indikasi ini bukan muncul karena kami umat Islam paranoid, tapi muncul dari kesadaran kami dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.
 
 

Silahkan Berkomentar
loading...
Loading...