Sempat tergelincir di lap 23, Marquez akhirnya kembali ke lintasan dan menyelesaikan balapan...

Sukses Bikin Valentino Rossi Tenggelam, Ini Perjalanan Karir Marquez Sejak Tahun 2012

Posted on

Marc Marquez (Repsol Honda Team) kini enam kali juara dunia setelah tampil drmatis di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) malam WIB. Sempat tergelincir di lap 23, Marquez akhirnya kembali ke lintasan dan menyelesaikan balapan di posisi ketiga.

Di sisi lain, saingat terdekatnya, Andrea Dovizioso terjatuh saat balapan menyisakan tiga lap lagi. Marquez pun semekain mulus merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2017 atau yang keenam sepanjang karirnya (sekali di 125 cc dan sekali di Moto2).

Dengan demikian, sejak tampil di MotoGP pada 2013 lalu, Marquez sudah empat kali jadi juara dunia. Pebalap asal Cervera, Spanyol itu hanya sekali gagal pada musim 2015 saat Jorge Lorenzo keluar sebagai jawara.

Marquez tampil di Moto2 pada musim 2011 setelah sebelumnya jadi juara dunia di kelas 125 cc. Di musim pertamanya, Marquez tamapil luar biasa dengan memenangkan 7 seri, termasuk podium di Phillip Island setelah start dari P38.

Namun, sebuah kecelakaan dalam latihan untuk Grand Prix Malaysia mengakhiri penampilannya pada musim itu, dan Marquez dipaksa untuk berdiri di pinggir lapangan dengan cedera mata yang serius.

Barulah pada musim 2012, karir Marquez mulai membaik sekaligus menunjukkan kelasnya sebagai pebalap berbakat. Ia jadi juara dunia setelah melewati musim yang luar biasa, termasuk kemenangan mengesankan dari belakang grid di akhir musim.

Setelah itu, pebalap yang kini menginjak usia 24 tahun naik kelas ke MotoGP. Naik podium di Qatar dan memenangkan Grand Prix keduanya di Sirkuit Amerika, Marquez menjadi pembalap termuda yang memenangkan gelar juara dunia MotoGP, berkat musim debut yang benar-benar luar biasa.

Pada musim 2013 itu, rekor rookie yang bisa langsung jadi juara dunia pun dipecahkan Marquez, setelah bertahan selama 35 tahun. Tahun-tahun berikutnya, penampilan Marquez membuat nama legenda MotoGP, Valentino Rossi seolah tenggelam.

Musim 2014, performa The Baby Alien semakin mentereng. Ia memenangkan sepuluh kemenangan berturut-turut dalam sepuluh seri pertama musim itu, dan Marquez memastikan gelar juara dunia untuk kali kedua secara beruntun di Jepang di Twin Ring Motegi.

Selanjutnya, Marquez menatap hattrick juara dunia MotoGP pada musim 2015. Ia mengawali musim dengan baik. Menang di GP Amerika membuat pebalap nomor 93 itu semakin optimis dengan targetnya.

Namun persaingan duo Yamaha kala itu, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo membuat Marquez tersisih di papan klasemen jelang musim berakhir.

Loading...

Sebuah kemenangan mengejutkan di Phillip Island membuat Marquez kembali ke posisi teratas. Setelah mendapatkan kemenangan di salah satu balapan terbaik sepanjang masa, Marquez dan Rossi saling berhadapan di Sepang. Tapi akhir cerita musim 2015 jadi milik Lorenzo.

Pada musim 2016, Tim Marquez merubah strategi dengan mengincar lebih banyak naik podium ketimbang memenangkan banyak race. Strategi jitu yang membuat Marquez menang di Motegi, seperti yang dia lakukan pada tahun 2014.

Kemenangan di Texas, Argentina, Jerman dan Aragon membuat pebalap Spanyol itu unggul 52 poin. Ia pun menjadi pembalap yang mencetak poin di setiap balapan. Gelar juara dunia dengan mudah direngkuh Marquez.

Musim 2017 juga berakhir manis bagi Marquez, di mana ia meraih gelar juara dunia keenam atau yang keempat di MotoGP.

Mengawali musim dengan podium di Qatar dan lalu di Argentina. Kemudian kemenangan di Texas sepertinya menjadi pemantik semangat Marquez. Diikuti dengan podium di Jerez sebelum kejadian yang merupakan bencana ketiga di musim ini di Le Mans.

Di Mugello, Marquez mendapat perlawanan sengit dari Andrea Dovizioso, yang jadi kampiun. Lalu Marquez memulai balapan dengan masalah mekanis di Silverstone, namun bisa menang di Sachsenring dan Brno.

Duel mengesankan terjadi di Red Bull Ring melawan Dovizioso. Setelah Dovizioso memenangkan balapan keempat tahun ini di Silverstone, Márquez membalas di Misano, dan sekali lagi di Aragón.

Dovi kembali menenangkan persaingan sengit di Motegi. Tapi di Phillip Island, Marquez bisa memperlebar keunggulannya dari Dovi. Balapan di Grand Prix Australia ini merupakan balapan paling luar biasa sepanjang sejarah.

Kemenangan Dovi di Malaysia membuat penentuan juara harus berlanjut hingga seri terakhir di Valencia. Namun Marquez hanya butuh finis minimal di posisi 11 sementara Dovi wajib menang.

Seperti diketahui, hasil MotoGP Valencia, Marquez finis di posisi ke-3 sementara Dovi terjatuh. Marquez pun meraih gelar juara dunia MotoGP keempat dalam lima musim terakhir.

 

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 40 times, 40 visits today)
Loading...