Hampir 2 tahun berlalu, komitmen kelompok waria itu disambut baik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang meminta agar para pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dirangkul ....

Gayung Bersambut: Waria Dukung Jokowi Sampai Tetes Darah Penghabisan, Menag Lukman Minta LGBT Dirangkul

Posted on

Yulie (52), Ketua Forum Komunikasi Waria se Indonesia, menyerukan dukungan sampai titik darah penghabisan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Yulie ketika hadir sebagai relawan dalam konsolidasi akbar relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Cibubur, Jumat (15/5/2015).

“Kami sampai titik darah penghabisan mendukung presiden bisa membawa perubahan di negara ini terutama kaum termajinalkan,” kata pria bernama lengkap Yulianus Rettoblaut itu dengan suara lantang, seperti dilansir Tribunnews.

Hampir 2 tahun berlalu, komitmen kelompok waria itu disambut baik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang meminta agar para pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dirangkul dan tidak dikucilkan. Seperti gayung bersambut.

Menag Lukman di sela acara Gebyar Kerukunan di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) (18/12), berharap masyarakat tidak mengucilkan para pelaku tindakan LGBT, namun merangkul dan mengajak mereka kembali ke jalan yang benar.

“Menurut hemat saya mereka harus dirangkul, harus diayomi, bukan justru malah dijauhi dan dikucilkan,” kata Menteri Lukman seperti dikutip Republika (18/12).

Lukman mengakui, hingga saat ini masih terdapat beragam pandangan yang berbeda mengenai LGBT, bukan hanya di masyarakat, bahkan juga di kalangan pemuka agama, akademisi, para ahli kejiwaaan, dan kesehatan. Sebagian berpendapat perilaku LGBT muncul karena sebuah penyimpangan dan masalah sosial, bahkan dianggap kutukan Tuhan. Namun, di sisi lain ada yang menganggap kecenderungan LGBT adalah takdir yang sudah muncul sejak lahir atau kanak-kanak.

“Jadi beragam pandangan terkait itu menurut hemat saya masing-masing harus saling dihormati dan dihargai,” kata Lukman.

Silahkan Berkomentar
loading...
(Visited 469 times, 1 visits today)
Loading...